keperjakaanku diambil oleh TTM-an temanku [Cerita Seks]

Kuceritakan sedikit kehiudpan ku. Namaku Boby (bukan nama asliku), aku adalah seorang pria keturunan chinese dengan tinggi badan 176cm berat badan 74kg.

Bodyku cukup lumayan karena aku sering pergi gym dan berenang. Tampang ku, kalo menurut teman-temanku cukup ganteng, tetapi aku memmpunya kelemahan, aku selalu malu sama perempuan. Oleh karena itu aku tidak mempunyai banyak teman wanita.

Pdahal waktu SMA dan kuliah , banyak teman-teman wanitaku yang mengejar2ku, tapi aku tidak pernah mengambil kesempatan dari semua itu. Aku mempunyai nafsu seks yang cukup besar, satu hari aku bisa berhubungan seks 3-4 x sehari(ini kuketahui sekarang ini, setelah pengalaman seks sku selama ini). Seblumnya aku hanya bisa bermasturbasi, karena tidak pernah berhubungan sex, tapi berkat Lia yang telah menikmati keperjakaanku) aku jadi semakin berani untuk bertualang dalam menikmati kenikmatan dunia ini.Dan berikut ini lah pengalaman-pengalaman seks ku yang bukan hayalan, tapi semuanya kejadian nyata.

Saat ini aku berdomisili di Sydney-Australia,dan kini aku berusia 27 tahun.

Kejadian ini bermula ketika aku pertama kali merasakan indahnya bercinta dengan pacarku. Saat itu sekitar tahun 2003 aku berumur kurang lebih 23 tahun, aku baru saja selesai kuliah, aku bekerja seadanya sambil menunggu proses permanent residentku. Aku tinggal di tengah-tengah kota Sydney bersama dengan 3 orang teman-temanku.

Tempat kos an ku selalu dijadikan basecamp oleh kawan-kawanku yang biasanya kita pergi dugem atau karoke bareng, yang biasanya kemudian mereka akan mabuk dan tidur di apartmentku. Kelompokku saat itu lumayan dikenal di kalangan anak-anak dugem di diskotik. Kami banyak berkenaln dengan sesama dugemmers, sampai suatu saat, teman ku berkenalan dengan seorang wanita (sebut saja lia).Kemudian teman ku membawa pulang Lia kembali ke apartmentku dan kemudian mereka tidur dalam satu ranjang, tetapi aku tahu mereka hanya pegang2an saja.

Saat itu aku masih tidak ada perassan apa2 sama cewek itu. Lia memang mempunya body yang lumayan, tingginya sekitar 160an dadanya ukuran 36B, dan pantat yang montok.dan dia suka sekali membuat suara ketawa yang bagiku cukup sexy dan genit. Karena kedekatannya dengan kelompok kami, dia jadi semakin sering main ke apartement ku.

Sampai suatu hari, aku merasakan lia semakin dekat dengan aku. Tapi saat itu aku masih membuang jauh2 pikiran ku, karena Lia adalah TTM an temanku. Tapi hasrat ku berkata lain sampai akhirnya Aku pun nekat mengajak Lia pergi. Kami pergi kesuatu tempat dengan pemandngan kota Sydney dari atas bukit, aku punya bertanya kepada Lia “Lia, aku mau Tanya sama kamu, emangnya kamu suka yah sama aku (aku sok PD saat itu), tidak ada jawabn yang kudapatkan melainkan kecupan dibibir yang kudapatkan.
Sejenak kami berpandangan, kemudian ia pun mulai melumat bibir ku lagi. Karena saat itu sudah malam sekali, dan kami yakin bahwa “sex didalam mobil” di kota Sydney adalah hal yang wajar, langsung saja aku mulai membalas ciumannya dengan ganas, sambil meremas2 dada nya yang begitu kenyal dan keras, kemudian tanganku mulai menyusup kedalam kaos yang dia pakai, aku berhasil membuka kaitan bra nya, tanganku berhasil menemukan putingnya yang kemudian ku pilin2 .Lia semakin susah bernapas, karena dia mulai merasakan kenikmatan.

Lia pun tidak tinggal diam, dia langsung berusaha membuka ritsleting jeansku, sampai akhirnya berhasil membuka celana ku dan memelorotkannya . Terbuka lah sudah kontolku yang berukuran 14cm dan lebar sekitar 4cm.Memang punya ku hanya berukurang standard, tapi Lia terlihat begitu bernafsu ketika melihat punyaku. Tidak tinggal diam, aku pun membuka jeans yang dia kenakan,sampai hanya tinggal Kaos yang dia kenakan tanpa BH didalamnya sedangkan bawahnya sudah bener2 tidak mengenakan apa-apa.

Masih sambil kucium2 bibirnya kemudia turun kelehernya aku Tanya kepadanya “apakah kamu masih perawan” kemudian dia menatapku dan menggelengkan kepalanya. Sebetulnya feeling aku juga mengatakan bahwa dia tidak perawan lagi. Tannpa banyak Tanya, dia langsung menduduki aku yang saat itu masih di kursi supir.

Di hadapanku terpampang dua buah gunung kembar yang cukup besar bagiku dan cukup keras yang masih tertutup kaos. Langsung saja angkat kaos tersebut tanpa membuka kaosnya, kusedot2 putingnya sambil tangan yang satu nya lagi meremas-remeas dadanya. Lia semakin bergerak tidak karun. Dia bergerak maju mundur, sambil menggesekkan memeknya yang sudah telanjang ke kontolku yang sudah berdiri keras.Dia mulai mengeluarkan suara desahan desahan kenikmatan, dan menjambak rambutku sehingga aku pun kesulitah bernapas karena tertekan ke dadanya yang sedang kunikmati itu.

Tanpa kukomando lagi, Dia memegang kontolku, mengarahkannya ke memeknya yang sejak tadi kurasakan sudah sangat basah, dan pelan-pelan menekan masuk kontolku, sambil mengeluarkan suara Argh.
Meskipun dia tidak perawan lagi, bisa kurasakan memeknya masih sempit, mungkin karena jarang dipakai. Dadanya terus kusedot agar cairannya kewanitaannya terus keluar membasahi memek dan kontol ku sehingga memudahkan kami mengentot. Dia mencengkram bahuku keras2, terlihat dia kesakitan tapi dia ingin sekali mebikmati kontolku yang baru masuk 1/2nya. Kemudian langsung dia tekan masuk semuanya, sehingga kontolku tenggelam di dalam memeknya, dan kemudian dia memekik arghhhh.

Sejenak setelah kontolku ditelan semuanya oleh memeknya Lia, Lia terdiam dan menatapku sejenak, sampai akhirnya dia tersenyum dan berbisik, “sudah lama aku tidak di entot, kontolmu rasanya enak, dagingnya tebal”kemudian dia menciumku, dan mulai menggoyangkan pinggulnya pelan-pelan. Aku mulai bisa merasakan ini toh yang namanya bercinta. Kontolku terasa hangat di apit oleh memek yang kenyal, basah dan hangat serta berdenyut2.

Aku pun mulai merasakan keenakan, dan saat itu aku bilang sama Lia “lia, kamu yang mengambil keperjakaanku, jadi nikmatilah benar-benar”, Lia hanya tersenyum, kemudian semakin menggoyang kencang lagi karena kedua dadanya yang tergoncang mulai kuremas dan puttingnya mulai ku emut bergantian kiri kanan.

Setelah kurang lebih 10 menit dengan gaya yang sama, akhirnya lia bilang sama aku “”Bob, argh kontolmu enak sekali”, tidak lama kemudian dia mengejang sambil menjambak rambutku dan dia keliatan lemas tapi tersenyum bahagia. “Terima kasih bob, enak sekali”.Lia tidak egois, begitu dia sudah keluar, dia kembali menggoda2 aku.

Dia tahu bahwa aku belum keluar, kemudian dia berkata“Bob, entot aku dari belakang yah” kemudian dia bangun, dan pindah ke kursi belakang. Mobil yang kukendarai saat itu adalah sejenis van. Setelah aku pindah kebelakang, kami tidak langsung mulai. Aku pun sengaja ingin membuat dia bener2 terangsang dulu. Dia duduk disamping ku lagi, kemudian tangan ku yang satu meremas2 dadanya, tangan ku yang satu lagi memain-mainkan memeknya sampai dia memelas “Bob, please entot aku sekarang” tapi aku tidak menggubrisnya, kemudian aku duduk di depan selangkangannya, aku mulai mencium pahanya yang putih mulus, sampai ketika aku hendak mencium memeknya dia men Stop aku, “Jangan bob, kotor”, kemudian aku hanya menggesek2 bibir memeknya dan memasukan 2 jariku ke memeknya, menggerak-gerakan keluar masuk sampai dia bener tidak tahan lagi, kulihat dia seperti sudah mau klimaks, semakin cepat aku keluar masukan jariku sampai kemudian dia mendesah kencang dan berteriak lagi “Argh bob aku keluar”. Dapat kurasakan jariku seperti di emut-emut di memeknya yang basah sekali. Dia terlihat sangat lemas tapi tersenyum keenakan.

Aku duduk disampingnya, menghapus keringatnya dengan tissue, dan juga mengapus cairan yang keluar dari memeknya, kemudian dia berbisik “Terima kasih Bob, enak sekali permainanmu”. Sebelum dia berkata lebih lanjut, aku mulai menciumnya lagi. Kulumat bibirnya, 1 tanganku memegang kepalanya, 1 tanganku lagi bergerak menggerayangi dadanya sambil meremas dan memilin putingnya. Lia tidak tinggal diam, dia juga mulai memain-mainkan kontol ku yang sudah sempat tertidur. Terlihat Lia sudah mulai terangsang lagi. Kemudian kuraba memeknya, ternyata sudah mulai basah lagi, Lia tahu bahwa aku juga sudah mulai tidak tahan. Dia mulai mencium turun ke leherku, kemudian ke kuping ku sambil berbisik “sekarang giliran kamu, nikmatilah!”sambil terlihat genit kedipan matanya. Kemudian dia mulai mencium turun ke putting ku, dan menyedot2 kedua putingku bergantian sampai akhirnya dia berhenti di putingku yang kiri, dan spertinya dia mengetahui bahwa putingku yang kiri lebih sensitive daripada putting yang satunya lagi. Aku mulai menggeliat keenakan, sambil 1 tangan menggesek-gesek memeknya, 1 tangan lagi meremas2 dadanya. Lia pun sekali –kali terhenti, menikmati permainan kedua tangan ku sambil mendesah kecil.

Setelahnya Lia langsung menungging, aku pun tahu harus berbuat apa. Aku mendekatkan kontolku ke lubang memeknya, tapi tidak langsung kumasukkan, Melainkan kuolesi dulu kepala kontol ku dengan cairannya yang telah banyak lagi, sambil sekali2 kupukul-pukul memeknya dengan kontol kusambil tak lupa ku tepok2 pantatnya. Lia kembali memelas “ah Bob, please, entot aku”, tanpa ragu2 kumasukkan sedikit kepala kontolku, ah terasa nikmat sekali, kemudian langsung kutenggelamkan semuanya tiba2, sehingga Lia sempat terhentak kaget.

Kudiamkan kontolku didalam memeknya sejenak sampai akhirnya kumulai gerakkan mau mundur, 1 tanganku memegang pundaknya, 1 tangan ku meremas2 toketnya dari belakang. Goyangan yang ku lakukan juga 2x keluar masuk setengah 1 kali aku hentak kencang. Atau 3x keluar masuk setengah, 1x-2x aku masukkan kencang. Kukombinasikan juga dengan cara masuk 1x penuh, cabut masukkan langsung lagi penuh kemudian cabut sampai penuh, dan masukkan lagi.

Cara ini aku pelajari dari buku-buku mengenai seks yang dapat memberikan sensasi yang luar biasa pada wanita. Sekali-kali aku juga bergerak agak memutar , jadi saat itu aku hanya mengkombinasikan saja permainanku. Terlihat Lia sangat menikmati permainanku. Setelahnya aku mulai menghentak hentak kencang sambil sekali2 kujambak rambutnya, ku tepok-tepok pantatnya sambil sekali sekali kubilang “Ah memekmu bener2 enak Lia”, Terlihat Lia sudah hampir mau keluar lagi, akupun demikian.

Kemudian kucabut kontolku, kubuat Lia memelas kepadaku. “Cepat bilang kamu mau apa sayang, aku ingin mendengarnya”, Lia menengok aku dengan muka memelas, sambil memegang kontolku dan mengarahkannya ke memeknya lagi “Bob, please entot aku, yang keras seperti tadi, Please.” Aku langsung mengerti bahwa tadi kenikmatannya sempat terganggu, langsung saja Kumasukkan lagi semuanya penuh.

Dan kuentot dia dengan kencang sampai dapat kudengar bunyi kecipak cairan yang membasahi memeknya dan kontol dan bijiku yang sedang beradu. Lia pun terlihat semakin menggila, sampai akhirnya dia berteriak lagi “Ah Bob, aku keluar”, dia pun mengejang, sambil masih terus kuentot dengan gaya dogi.Tidak kuberikan dia istirahat meskipun dia terlihat lemas.
Aku juga semakin menggila, sampai kubilang “Lia, aku mau keluar”, langsung saja kucabut kontolku, dan kukocok dengan tanganku, sampai muncrat spermaku membasahi pantatnya.
Aku pun terduduk lemas, begitupun dengan Lia. Setelahnya kami bercerita-cerita. Ternyata Lia hilang perawannya oleh temannnya seorang pria korea yang telah memperkosanya saat mereka sedang mabuk alkohol.
Aku pun tidak menanyakannya lagi, karena tidak ingin membangkitkan kenangan buruknya. Kemudian kami berberes2, karena saat itu sudah hampir jam 11 malam, tidak terasa 1.5 jam lamanya kami saling memadu cinta. Aku pung mengantar dia pulang, tapi dengan perassan campur aduk. Karena Lia adalah kecengan temanku, tapi aku tahu Lia hanya ingin main-main dengan dia. Sebtulnya Lia lebih suka aku.

Akhirnya petualang kami dimulai, dimana kami harus berpacaran backstreet agar tidak ketahuan oleh kawan-kawanku, yang sebenernya kurasa teman-temanku tahu hubunganku Cuma mereka tidak mau ikut campur.
Kuantar Lia pulang kerumahnya, kukecup bibirnya, Lia pun mengucap terima kasih atas malam yang indah. Sesampainya dirumah, aku langsung mandi, dan tidur-tiduran sambil membayangkan pengalaman pertamaku yang baru kudapatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s