Aku dan Dua Lelakiku [Cerita Seks]

Pertama kali bertemu Bayu Aji dua tahun lalu, aku tak pernah memiliki sedikitpun prasangka buruk terhadapnya. Bayu Aji yang kukenal adalah seseorang yang sangat memperhatikan segala aktifitasku, amat menyayangiku dan begitu setia mendampingiku kapanpun aku membutuhkannya.

Saat berumah tanggapun, aku dan Bayu Aji jarang sekali menemukan persolaan yang membuat kami bertengkar. Bahkan Bayu Aji lebih mementingkan keperluan dan kepentingan rumah tangga dari hal apapun. Dan aku sempat shock saat aku merasa ada hal aneh terjadi dengan suamiku belakangan ini.

Kehancuran rumah tanggaku mulai terkuak ketika aku mendapati suamiku Bayu Aji berselingkuh dengan seorang perempuan muda yang masih berstatus mahasiswa. Mereka ternyata telah menikah, diam-diam, Pikiranku kacau, aku tak mampu mengendalikan diri. Perasaan cinta dan kesetiaan yang kujaga selama ini telah dihancurkan Bayu Aji. Meski aku mencoba bertahan dengan kondisi rumah tangga yang sudah awut-awutan, namun imanku sudah terkoyak. Jadinya apa? Hanya dendam yang membelenggu benakku.

Aku mulai mencari bagaimana mengobati sakit hatiku selama ini. Kalau harus cerai dengan Bayu Aji, aku harus berpikir dulu karena tidak punya apa-apa lagi di kota ini. Kedua orang tuaku sekarang ada di Jawa, sementara aku sama sekali tidak punya pekerjaan untuk menopang hidupku sendiri.

Makanya, aku mencoba mempertahankan rumah tangga kami. Suamiku yang seorang pengusaha, menjanjikan akan memenuhi semua kebutuhan asal aku tidak lagi meributkan pernikahannya dengan perempuan itu. Untuk langkah pertama, aku menerima keputusan itu. Aku pikir, ini jauh lebih baik ketimbang mengambil tindakan yang bisa merugikan rencanaku.

Tepat sekali, ketika Bayu Aji pergi berbulan madu dengan isteri mudanya ke Jakarta, aku memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari hiburan di luar rumah. Kebetulan saja, Bayu Aji memberi uang belanja untuk sebulan, yang jumlahnya lumayan banyak untuk kuhamburkan.

Mulailah aku berkenalan dengan dunia malam. Beberapa diskotik, bar dan tempat hiburan kelas atas kujelajahi. Sampai suatu hari aku berkenalan dengan seorang pemuda di suatu tempat hiburan di hotel berbintang. Ketampanannya cukup membuatku tergiur, apalagi selama ini, hampir tak pernah lagi Bayu Aji menyentuhku.

Sebagai perempuan normal, tentu saja aku sangat mengharapkan belaian hangat seorang lelaki. Perkenalanku dengan pemuda yang bernama Dody seolah membuka kesempatan bagiku untuk balas dendam. Apalagi kulihat, Dody cukup pandai menaklukan wanita, termasuk aku. Hanya dalam tempo seminggu setelah perkenalan kami malam itu, aku dan Dody sudah melanjutkan hubungan di atas ranjang.

Tak terpikirkan lagi olehku, bagaimana dosa yang harus kutanggung atas perselingkuhan ini. Yang penting aku bisa menikmati kehangatan Dody dan membalas sakit hatiku pada Bayu Aji. Walau sebenarnya ada perasaan aneh saat Dody mencumbuku, menciumiku dan mulai mendesakan tubuhnya ke tubuhku dan aku hanya mampu melenguh dan mengerang, selebihnya Dody lebih banyak memainkan peranannya, sampai aku benar-benar terkulai lemas.

Berbulan-bulan hubungan gelap itu kujalani dengan Dody. Hingga kinipun, aku dan Dody masih terus berhubungan. Kalau suami sedang menginap di rumah istri mudanya, maka Dodylah yang menggantikannya untuk menghangatkan malamku. Atau kalau tidak, kami bisa melakukannya di hotel. begitulah seterusnya hubungan terlarang ini berlanjut. Entah kapan semua ini akan kuakhiri.

Yang pasti, aku menikmatinya. Sayang, kini bukan lagi karena dendam, namun rasa-rasanya aku mulai benar-benar jatuh cintah pada Dody. Perasaan yang sama saat aku baru mengenal Bayu Aji. Dan aku mulai merasa takut, takut peristiwa yang aku alami bersama Bayu Aji terulang saat bersama Dody.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s